Tahun 2025, PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT, menargetkan sedikitnya 5. 000 (lima ribu) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bergabung ke Ekosistem Digital. Target, 5. 000 (lima ribu) UMKM baru bergabung ke ekosistem digital dengan dukungan program pelatihan intensif dan pembiayaan berbasis digital. Demikian diungkapkan Plt Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Yohanes Landu Praing, Minggu, 05 Januari 2025 malam. Menurut Yohanes Landu Praing, Bank NTT terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program pembinaan dan pendampingan yang inovatif. Dijelaskan Plt Dirut Bank NTT, berbagai inisiatif telah dilakukan untuk membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga ke toko-toko, minimarket, toko oleh-oleh, dan platform e-commerce. Hingga kini, lanjut Yohanes Landu Praing, UMKM Binaan Bank NTT dari 23 cabang telah berhasil masuk ke 5 Gerai Alfamart, 85 Gerai Indomaret, 120 Minimarket, 60 Toko, 11 Galeri Dekranasda, 4 Platform E-commerce, dan 168 akun media sosial, yang mendukung promosi serta penjualan produk UMKM Bank NTT. "Bank NTT terus memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah, melalui pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Plt Dirut Bank NTT. "Memberikan akses pembiayaan dengan syarat ringan bagi pelaku usaha ultra mikro. Pada 2024, KUMU telah didanai lebih dari 10.000 pelaku usaha dengan total plafon Rp150 miliar. Tahun 2025, target kita adalah meningkatkan akses ini hingga 15.000 pelaku usaha dengan plafon Rp200 miliar," tambah Yohanes Landu Praing.
Baca Selengkapnya