Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sabu Raijua berpotensi meningkat 10-15 persen. Potensi kenaikan PAD tersebut setelah Kabupaten yang kini dipimpin Nikodemus Rihi Heke itu melakukan kerja sama tentang layanan perbankan secara online dengan Bank NTT. Direktur Dana dan Treasury Bank NTT, Yohanis Landu Praing memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemda Sabu Raijua atas kolaborasi dan sinergi yang terlaksana serta kesepakatan kerjasama dengan Pemkab Sabu Raijua melalui sistem digitalisasi keuangan daerah. Menurutnya, MoU dan PKS antar Pemda Sabu Raijua dengan Bank NTT, dapat memberikan sumbangan positif terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sabu Raijua. “Terlebih kusus terkait aspek pajak dan retribusi yang tentu mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Sabu Raijua,” katanya dilansir dari warisanbudayanusantara.com. Yohanis Landu Praing juga mengungkapkan bahwa terkait kolaborasi, ada lima aspek yang perlu dilihat diantaranya aspek akademis, aspek bisnis, aspek komuniti/para pelaku usaha, aspek government dan peran media masa.
Ia menguraikan, aspek akademis berarti bicara tentang ilmu pengetahuan dan data. Aspek bisnis berkaitan dengan perbankan dalam melihat potensi suatu daerah. Sedangkan aspek komuniti atau palaku usaha maka berkaitan erat dengan dukungan masyarakat. “Aspek Government, tentang bagimana program dan kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat. Dan yang paling terakhir adalah bagimana peran media masa melalui pemberitaan yang berimbang terkait kebijakan dan perkembangan pembangunan di suatu daerah,” katanya. Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke mengatakan, dengan adanya PKS antar Pemda Sabu Raijua dengan Bank NTT maka sangat mempermudah masyarakat untuk membayar pajak dan retribusi. Selain itu, dengan sistem online, menurut Nikodemus maka bisa meminimalisir persoalan yang menjurus pada kesalahan sehingga terciplah transaksi yang efektif dan efisien.
Baca Selengkapnya