Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT), atau Bank NTT akhirnya menjadi bank devisa. Launching bank devisa yang berlangsung di BPD NTT itu dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Donny H Heatubun, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Japarmen Manalu, Penjabat Wali Kota Kupang Fahrensy Priestly Funay, Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho serta sejumlah pejabat lainnya, Senin (4/6/2023). Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, mengatakan, untuk menjadi baik devisa, pihaknya telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status tersebut, lanjut dia, sudah sesuai dengan Surat OJK Nomor SR-23/KR.081/2023 tanggal 01 September 2023. Dalam surat ini kata dia, terdapat penegasan dari OJK yang mengizinkan Bank NTT untuk sudah bisa mulai melakukan kegiatan usaha dalam Valuta Asing (Valas) sebagai PT BPD Nusa Tenggara Timur. "Tentu ini adalah sebuah kebanggaan besar tidak saja bagi seluruh direksi dan komisaris, karyawan dan karyawati serta para pemegang saham, namun juga seluruh masyarakat NTT," kata Alexander. "Karena semua boleh menjadi saksi sejarah, Bank NTT kini bertransformasi menjadi Bank Devisa," sambungnya.
Baca Selengkapnya