Sabtu (15/4/2023) siang, ada senyum sumringah yang terpancar dari wajah petani peserta program TJPS Pola Kemitraan yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTT saat panen jagung di Desa Toineke Kecamatan Kualin, Kabupaten TTS. Benar, tiga orang warga wira usaha mandiri (petani) yang selama ini lahannya dipakai untuk ditanami jagung, di hadapan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, menerima buku tabungan yang diserahkan oleh Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho. Di dalam tabungan itu, sudah ada keuntungan dengan jumlah yang tak sedikit.
“Hari ini kita bisa buktikan bahwa ada Pak Adrian, dia yang kita percayakan untuk membeli semua jagung yang ditanami petani. Dibeli Rp 4500/Kg. Selama ini jualnya Rp 800 sampai Rp 1.200/Kg. Ini selama bertahun-tahun. Rakyat kita menderita, dan menimbulkan efek traumatis sehingga ketika kita masuk dan mengenalkan program TJPS, agak sulit. Tidak direspon karena penderitaan mereka yang sangat panjang. Namun hari ini semua yang berkaitan dengan TJPS, ditanggung. Benih ditanggung oleh offtaker, ada pupuk biayanya dari Bank NTT, sedangkan pemeliharaan didampingi oleh penyuluh, Dinas Pertanian kabupaten, panen tadi langsung dikawal offtaker,”tegas Kadis Pertanian NTT, Ir. Lecky Frederick Kolly saat memberi laporan. Masih menurutnya, offtaker membeli jagung sesuai dengan harga hari ini. Dan saat itu, ada warga yang mendapat Rp 8 juta, Rp 16 juta dan sebagainya. “Karena itu momentum ini kita jadikan sebagai inspirasi, juga motivasi untuk ditanami pada lahan yang kebih luas lagi,”tegasnya menambahkan usai panen jagung, petani sudah bisa membeli ternak dengan uang yang ada. “Apa yang dilaksanakan di Toineke hari ini kita harapkan desa ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menyerap banyak tenaga kerja. Dan kemudian kita akan melipatgaandakan jumlah ternak yang didapat dari pola pertanian seperti ini.”tegasnya.
Baca Selengkapnya