• L
  • O
  • A
  • D
  • I
  • N
  • G
Tutup
Mau Cari Apa Hari ini
Seruan Mantan Dirut Wem Nunuhitu, Mari Jaga Reputasi Bank NTT, Jangan Bakar Lumbungnya
08 February 2023 08:22
0
0
64

Direktur Utama Bank NTT periode 1993-2000, Welem Nunuhitu memberi catatan terkait perkembangan Bank NTT hingga saat ini. Menurutnya, jika diukur dari kinerja pelayanan perbankan, maka pelayanan sekarang jauh lebih maju dibanding saat dia memimpin. Itu pasalnya Wem Nunuhitu mengajak semua pihak agar menjaga reputasi Bank NTT, dan jangan membakar lumbungnya. “Bank NTT sudah bisa beradaptasi di era digital ini. Bahkan mereka sudah bergerak maju cukup pesat dengan digitalisasi. Sekarang transaksinya cuma lewat handphone. Orang tidak mau buang-buang waktu lagi untuk ke bank dan ini sebuah perubahan yang nyata, sehingga nasabah lebih banyak diuntungkan,” ujar Wem Nunuhitu di Kupang, Selasa (7/1/2023). Aneka karya inovasi digital oleh Bank NTT saat ini perlu disupport, seperti layanan Mobile Banking yang menjamur pemakainya hingga ke pelosok-pelosok. Setidaknya ada ribuan merchant QRIS, agen Laku Pandai dan sebagainya. Ini perlu disupport agar nantinya bank ini semakin berkembang. Sedangkan mantan Direktur Bank NTT di era 1990-1993 ini pun menyentil sejumlah narasi yang dibangun pihak-pihak tertentu mengenai capaian laba yang menurun dua tahun terakhir sejak tahun 2019.

“Kalau kita bicara mengenai laba yang turun, tidak serta merta kita lalu menarik kesimpulan bahwa owh ini pengurusnya yang bermasalah. Mari kita buat analisa menyeluruh. Laba turun di tahun berapa, apa penyebabnya secara umum, khusus dan sebagainya. Belum tentu seolah-olah bahwa pengurusnya sudah bermasalah. Analisa laporan pengeluarannya, apakah pendapatannya, apakah biayanya naik, ini kan soal laba rugi. Jika biaya naik, maka di pos apa kenaikannya. Saya belum melihat laporan keuangannya,” tegasnya. Bahkan dia menyarankan agar dilakukan saja kajian secara menyeluruh agar bisa ditemukan apa penyebab labanya turun selama tahun-tahun terakhir. Karena jika laba itu turun di tahun-tahun bangsa khususnya daerah ini sedang dilanda COVID, maka tentu berbeda kesimpulannya. Karena di tahun-tahun itu hadirlah kebijakan restrukturisasi. “Komponen apa penyebabnya. Kalau misalnya itu tanggungjawab cabang, atau kewenangan kantor pusat, maka kita cek lagi, kewenangan direksi yang mana, atau kewenangan Dirut. Karena ada limit-limit tanggungjawab untuk memutuskan kredit. Karena itu kita harus membuat analisa. Memang Dirut itu penanggungjawab umum namun tidak bisa semua itu dibebankan kepada Dirut. Tanggungjawabnya berjenjang. Tidak bisa kredit di cabang lalu diputuskan oleh Dirut, tidak mungkin itu. Jadi, ada batas-batas kewenangannya,” sebutnya.

Baca Selengkapnya

Anda suka berita ini ?
Berita Terkait
Kumpulan Berita Terkait
Bank NTT Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia | Bank NTT merupakan peserta Lembaga Penjamin Simpanan
Copyrights © 2025 Bank Nusa Tenggara Timur