• L
  • O
  • A
  • D
  • I
  • N
  • G
Tutup
Mau Cari Apa Hari ini
Hamdan Saleh Batjo Memberi Apresiasi Terhadap Bank NTT
27 January 2023 15:00
0
0
78

Pemegang saham, komisaris, pengurus dalam hal ini Dirut dan jajaran direksi serta seluruh pejabat dan pegawai Bank NTT memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan Bank NTT sebagai bank yang sehat, kuat dan terpercaya. Hal itu disampaikan Anggota DPRD NTT Periode 2014-2019, Hamdan Saleh Batjo, SP di Kupang kepada media ini Jum’at (27/1/2023). ”Semua jajaran bank NTT memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan Bank NTT sebagai bank yang sehat, kuat dan terpercaya. Saya memberi apresiasi terhadap bank NTT”, jelas Hamdan. “Tentu keinginan ini dilandasi dengan semangat kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan termasuk harapan besar dari nasabah dan masyarakat NTT.  Prestasi-prestasi yang ditorehkan oleh bank NTT secara lokal maupun nasional memberikan optimisme kepada nasabah dan investor untuk memberikan kepercayaan atas pengelolaan dana di Bank NTT’, ungkapnya.

“Saya bangga pengurus-pengurus terdahulu dan jajaran direksi saat ini mampu mengantarkan bank NTT sampai dengan saat ini dengan baik, menjadikan bank NTT tetap survive, sekalipun Indonesia menghadapi berbagai macam krisis ekonomi. Kita mengetahui bebarapa bank harus gulung tikar bahkan dilakukan merger dan akuisisi beberapa pada tahun 1998 sampai 2005. Kalau kita flash back awal berdirinya Bank Pembangunan Daearah (BPD) Nusa Tenggara Timur sudah berhadapan dengan krisis ekonomi era 1960an, dimana beban ekonomi yang terlalu berat tidak bisa dipikul oleh pemerintahan Republik Indonesia yang baru berdiri”, jelas Hamdan. “Rehabilitasi ekonomi sulit dilakukan ditengah kondisi politik yang tidak stabil. Era ini dimulai dengan inflasi yang masih melonjak tinggi, pada saat yang sama, defisit anggaran semakin lebar. Namun niat tulus dan suci para pendiri tetap teguh untuk membangunan BPD NTT yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya bank NTT saat ini. Tahun 1970an, stagflasi ekonomi pernah terjadi di Indonesia bahkan pada tahun 1980an, bank dunia menyebut resesi global melanda dunia. Ini merupakan resesi pertama yang dihadapi oleh pemerintahan Orde Baru dan pada periode 1996-1997 terjadilah krisis ekonomi yang menunjukkan kurs mata uang rupiah terhadap dolar menunjukkan pelemahan yang sebelumnya Rp 2.376 menjadi Rp 16.500 per Dolar AS.

Baca Selengkapnya

Anda suka berita ini ?
Berita Terkait
Kumpulan Berita Terkait
Bank NTT Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia | Bank NTT merupakan peserta Lembaga Penjamin Simpanan
Copyrights © 2025 Bank Nusa Tenggara Timur