PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT mendapat serangan HOAX yang beredar luas di media online dan media sosial terkait produk digitalnya yang dibekukan Bank Indonesia. Serangan HOAX ini buntut dari bocornya surat rahasia Bank Indonesia yang ditujukan kepada Bank NTT sehingga memantik polemik di masyarakat terkait produk digital bank kebangaan masyarakat Nusa Tenggara Timur ini. Ironisnya, surat rahasia Bank Indonesia yang ditujukan kepada Bank NTT ini bocor ke publik hanya lima hari pasca Bank Indonesia Perwakilan NTT dipimpin Stefanus Donny H Heatubun terhitung, Kamis (12/1/2023) kemarin. Kontan saja, Selasa (17/1/2023) kemarin, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT yang baru, Stefanus Donny H. Heatubun menggelar jumpa pers sekaligus berdialog dengan awak media di lantai 3 Gedung Bank Indonesia Perwakilan NTT. Sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia Perwakilan NTT, Donny H. Heatubun mengaku telah mengabdi selama 23 tahun di Bank Indonesia. Meski lebih banyak bertugas di BI Jakarta namun sejumlah jabatan strategis pernah dijabatnya mulai dari Kepala BI Perwakilan Papua, Kepala BI Perwakilan Bali dan kini dipercaya sebagai Kepala BI Perwakilan NTT. "Sekarang saya bertugas di bumi Flobamorata, untuk itu saya akan bersinergi dengan teman-teman wartawan nantinya. Setiap bulan, kita akan ada pertemuan juga gathering, akan lebih banyak lagi berdiskusi dan menjelaskan perkembangan ekonomi regional dan NTT khususnya,” beber Donny. Saat dialog dan tanya jawab, Donny H. Heatubun menjelaskan sejumlah persoalan ekonomi dan bisnis. Salah satu yang menjadi sorotan adalah soal bocornya surat rahasia Bank Indonesia, sebagai surat pembinaan kepada Bank NTT tertanggal 2 Januari 2023.
Baca Selengkapnya