Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi NTT Donny H Heatubun mengatakan realisasi kebutuhan uang tunai tersebut, 87,45% dari Rp2.129 triliun yang dianggarkan. “Data kebutuhan uang tunai tersebut merupakan outflow uang kartal dari Bank Indonesia yang ditarik oleh perbankan di NTT untuk memenuhi permintaan nasabah dan mencukupi tingkat keterisian ATM selama masa libur Natal dan Tahun Baru,” katanya di Kupang, Selasa (17/1). Berdasarkan wilayahnya, penarikan uang yang dilakukan di Kota Kupang mencapai Rp814 miliar atau 43,71% dari keseluruhan jumlah outflow di NTT. Selanjutnya, penarikan di kas titipan BI yang berada di Pulau Flores mencapai Rp342 miliar (pangsa 18,4%), Pulau Sumba sebesar Rp292 miliar (pangsa 15,7%), area Alor dan Lembata sebesar Rp134 miliar (pangsa 7,2%), dan di perbatasan Atambua, Kabupaten Belu sebesar Rp127 miliar. Untuk memastikan kebutuhan uang tunai di masyarakat dapat terpenuhi dengan kuantitas yang mencukupi dan kualitas yang baik, beberapa hal telah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT berkoordinasi dengan perbankan di NTT yakni penyediaan uang tunai yang memadai sebesar Rp3,85 triliun sepanjang masa akhir tahun 2022. Selain itu, memperbanyak titik penukaran uang tunai melalui kas keliling maupun kas perbankan sebanyak 101 lokasi, bertambah 8% dibandingkan tahun sebelumnya., melakukan penukaran uang pecahan kecil dengan menggunakan mobil kas keliling Bank Indonesia, memastikan kehandalan ATM baik secara kemampuan layanan maupun jaringan.
Baca Selengkapnya