Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT masih membutuhkan Rp767 miliar dana untuk pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun batas waktu Desember 2024. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Japarmen Manalu menyebut Bank NTT masuk ke dalam daftar 18 bank yang belum memenuhi modal inti Rp 3 triliun. Sampai dengan saat ini pun, kata dia, ada tiga BPD yang menawarkan kerja sama penyertaan modal untuk pemenuhan modal inti Bang NTT tersebut. Ia menyampaikan ini saat membuka Dedikasi Awards Bank NTT 2022 di Garden and Pool Naka Hotel Kupang, Jumat (4/11/2022) malam. Japarmen menyebut modal inti bank ini sudah terkumpul Rp2,23 triliun dan memang perlu ditambah lagi tentunya selain daricsetoran modal pemegang saham tetapi juga dipenuhi dari akumulasi laba bank tersebut.
"Melalui direksi dan komisaris kami mendorong pemegang saham untuk segera atau secara bertahap hingga pada Desember 2024 memenuhi Rp3 triliun," ungkapnya.
Ia menyebut ada skenario lain bila tidak terpenuhi modal inti ini karena gejolak perekonomian yang luar biasa. Alternatifnya adalah bekerja sama dengan BPD dari daerah lainnya. Japarmen tidak merinci tiga nama BPD tersebut tetapi ia berharap dalam rentang waktu ke depannya Bank NTT dapat mandiri mencapai modal inti tersebut.
Baca Selengkapnya