Program pembangunan air bersih dan sanitasi tahun 2020-2024 diperlukan kolaborasi dengan lembaga keuangan. “Kendala biaya untuk sambungan rumah tangga (SR) menjadi persoalan pelik yang dihadapi warga. Adanya kolaborasi dan sinergisitas antarpemangku kepentingan diharapkan dapat menjawabi kebutuhan air bersih bagi warga NTT. Dan kami yakin KSPAMS dari Bank NTT menjadi sandaran solusinya,” ungkap Alfons. Plt. Bappelitbangda Provinsi Nusa Tenggara Timur, ALFONS Theo mengatakan hal itu saat Rapat Koordinasi (RAKOR) Update dan Penyusunan Rencana Kerja Tindak Lanjut Pembiayaan Air Minum dan Sanitasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Giat Rakor tersebut berlangsung di Aston Hotel Kupang, Rabu, 26 April 2022 dan melibatkan pembicara diantaranya Alfons Theo dari Bappelitbangda NTT, Nur Aisyah Nasution, perwakilan dari Bappenas RI, Kasubdiv Kredit Sektor Lainnya di Divisi Mikro Kecil dan Konsumen Bank NTT, Edison Tafui, serta dari pihak Jamkrida NTT. Menurut Alfons, Kredit Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KSPAMS) yang segera digelontorkan Bank NTT untuk mendayamanfaatkan SPAMS yang sudah terbangun di beberapa ibukota kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa. Termasuk peningkatan dan perbaikan-perbaikan jaringan perpipaan ke rumah-rumah warga.
Baca Selengkapnya